Pernah coba ayam kodok? meski namanya terbilang unik, namun pada dasarnya ayam kodok itu adalah hidangan yang terbuat dari ayam utuh, bukan terbuat dari kodok.
Hidangan ini dipadukan dengan daging cincang sapi, telur, keju (optional) serta disajikan dengan saus homemade dan sayur-sayuran, tak ketinggalan salad yang menggugah selera anda.
Foto ini diambil sekitar tahun 2014, dimana saat itu, ibu saya sedang kursus di Bombom bread yang beralamatkan di gang Aut, Padasuka, Bogor, Jawa Barat.
Ayam kodok biasanya menjadi hidangan favorit, terutama di jaman sekarang ini, ayam kodok menjadi menu istimewa sebagai hantaran.
Namun, Ayam kodok juga biasanya disajikan saat perayaan istimewa di Indonesia termasuk Natal.
Di balik nama unik, terdapat sejumlah hal yang perlu kamu ketahui tentang ayam kodok seperti mengutip "The Jakarta Post", mulai dari sejarah sampai eksistensinya di masa kini.
Menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman mengutip The Jakarta Post, ayam kodok adalah kreasi orang Belanda menggunakan bahan yang tersedia di Indonesia. Terinspirasi dari hidangan daging cincang ala Perancis yaitu ballotine dan galantin.
Resep ayam kodok pertama kali muncul ketika koki Belanda menerbitkan buku masak Indonesia. Dalam buku tersebut tercantum resep gevulde kip atau ayam utuh isi daging cincang dan rempah. Asal nama ayam kodok Nama ayam kodok tidak muncul begitu saja.
Berdasarkan jurnalis senior dan penulis Indonesian Dishes and Desserts Hiang Marahimin juga melansir The Jakarta Post, usai dipanggang, bentuk ayam kodok melebar dan pipih karena tidak ada tulangnya.
Dari sinilah nama ayam kodok muncul. Ilustrasi irisan ayam kodok. Makanan Indonesia kreasi orang Belanda. Lihat Foto Ilustrasi irisan ayam kodok. Makanan Indonesia kreasi orang Belanda.
Cara membuat ayam kodok rumit Orang Belanda memperkenalkan ayam kodok sebagai sajian untuk acara istimewa, tidak hanya Natal.
Biasanya untuk pesta yang menghidangkan makanan mewah, maka ayam kodok salah satunya. Bukan tanpa alasan ayam kodok hanya disajikan saat perayaan istimewa, karena cara membuatnya rumit dan membutuhkan waktu lama.
Ukuran ayam kodok besar, bisa untuk 15-20 orang. Daging dan tulang ayam dikeluarkan dari dalam perut, sehingga menyisakan kulit, sayap, dan kaki ayam.
Daging ayam dicincang, dicampur dengan rempah dan bahan protein lain. Barulah dimasukkan kembali ke dalam kulit ayam. Langkah terakhir, ayam isi dikukus lalu dipanggang. Menurut Hiang Marahimin, harus menggunakan ayam broiler tua dalam membuat ayam kodok.
Pasalnya, tekstur kulit daging ayam tua lebih kuat dan tidak mudah rapuh. Tekstur kulit yang kuat penting karena adanya proses mengeluarkan daging ayam. Tantangan lain dalam membuat sajian ini adalah mencincang daging ayam tua yang teksturnya padat, keras, dan tidak berlemak. Hiang Marahimin menambahkan, saat zaman penjajahan Belanda hanya ada ayam kampung yang dagingnya keras dan padat.
Makna telur dalam ayam kodok Isi ayam kodok biasanya tidak hanya daging ayam, bisa tambah hati ayam maupun daging babi. Telur rebus juga bisa ditambahkan untuk mengisi kekosongan di dalam ayam. Tujuannya untuk mengurangi pengeluaran membeli daging. Kadang juga diganti sosis.
Menurut Fadly Rahman, penambahan telur rebus mempunyai arti tersendiri. Hampir selalu ada telur dalam sajian makanan perayaan budaya dan tradisi di Indonesia seperti pada ayam kodok dan tumpeng. Alasannya, telur adalah embrio atau cikal bakal kehidupan yang melambangkan kelahiran kembali dan perubahan menuju kesucian atau kemurnian. Ilustrasi belahan ayam kodok khas Natal di Indonesia.
Ayam kodok
mulai terlupakan Termasuk sajian istimewa, tetapi ayam kodok mulai terlupakan
karena cara membuatnya yang rumit dan banyak pilihan makanan lain. Fadly
mendapatkan informasi dari temannya terutama keturunan China, tradisi membuat
ayam kodok terhenti di generasi nenek atau ibu mereka. Menurutnya, generasi
muda sekarang lebih memilih membuat masakan yang lebih simpel. Kalau ingin
menikmati ayam kodok, biasanya memesan dari koki rumahan atau profesional.
Editor: Donita Gerina Tolio
Sumber: Kompas.com